Perencanaan
kapasitas produksi adalah kemampuan perusahaan atau pabrik untuk menghasilkan
barang dan jasa. Cara Menghitung Kapasitas produksi yaitu menggunakan Program Linier dan Break Event Point (BEP). Kapasitas produksi ditentukan oleh kapasitas
sumber daya yang dimiliki, contohnya: kapasitas mesin, kapasitas tenaga kerja,
kapasitas bahan baku, dan kapasitas modal.
Showing posts with label Manajemen Operasional. Show all posts
Showing posts with label Manajemen Operasional. Show all posts
Friday, September 16, 2016
Monday, September 12, 2016
Manajemen Operasional
| 8:31 AM
Pengertian Manajemen Operasional
Manajemen adalah suatu
Proses yang didalamnya itu ada Planning,
Organizing, Actuating, dan Controling.
-
Planning (perencanaan) merupakan
kegiatan untuk menetapkan tujuan yang akan dicapai beserta cara-cara untuk
mencapai tujuan tersebut.
-
Organizing (Pengorganisasian) merupakan
suatu proses untuk merancang struktur formal, mengelompokkan dan mengatur serta
membagi tugas-tugas atau pekerjaan diantara organisasi agar tujuan organisasi
dapat dicapai dengan efisien.
-
Actuating (Penggerakan) merupakan
kegiatan atasan menggerak bawahannya, supaya bawahannya dapat bekerja dengan
baik.
-
Controllling (Pengawasan) menurut George
R. Terry adalah untuk menentukan apa yang telah dicapai mengadakan evaluasi
atasannya, dan mengambil tindakan-tindakan korektif, bila diperlukan , untuk
menjamin agar hasil sesuai dengan rencana.
Operasional adalah
proses.
Faktor Produksi itu
terdiri dari : tenaga kerja (SDM), money (uang), bahan baku, dan mesin.
Dari keterangan diatas
maka dapat kita simpulkan bahwa Manajemen
Operasional adalah suatu usaha pengelolaan secara optimalisasi penggunaan
semua faktor produksi yang ada baik itu tenaga kerja (SDM), Money (uang), bahan
baku, dan mesin, dan faktor produksi yang lainnya dalam proses transformasi
untuk menjadi berbagai macam produk barang atau jasa. Didalam manajemen
operasional juga harus maximinasi sebuah profit atau laba, dan miniminisasi
sebuah cosh (biaya).